KEDIRI – Salah satu aktivitas
yang digemari oleh anak muda saat ini adalah aktivitas ngopi. Tak heran lagi,
hal ini bisa ditandai dengan menjamurnya warung-warung kopi di sana-sini,
apalagi di daerah karesidenan Kediri jumlah warung kopi semakin hari semakin
banyak, seakan-akan warung kopi adalah suatu tempat yang wajib untuk
dikunjungi.
Berbicara soal warung kopi, di salah satu sudut kampus
IAI Tribakti terdapat tempat dimana para mahasiswa dapat dengan mudah untuk
memesan segelas kopi panas yang barangkali dapat digunakan untuk bercengkrama
di sela-sela jam kosong, atau sekedar
untuk melepas penat setelah berjam-jam bergulat dengan teori-teori dan
tugas-tugas perkuliahan.
Tempat tersebut
adalah Gerobak Kejujuran, begitu para mahasiswa menyebutnya. Meski bukan
seperti warung-warung pada umumnya,
gerobak kejujuran ini bisa menjadi alternatif lain bagi para mahasiswa yang tak
ingin jauh-jauh ke kantin utama, karena memang kantin tersebut terletak di
kampus bagian timur, sedangkan bagi para mahasiswa yang kelasnya berada di
kampus bagian barat harus berjalan jauh untuk sekadar membeli segelas kopi.
Gerobak Kejujuran
ini digagas oleh Bapak Ahmad Fuad sejak satu tahun silam, tepatnya pada tahun
2018. Gerobak ini terletak di bagian barat gerbang IAI Tribakti dan
beroprasi mulai dari jam 6 pagi
sampai dengan jam 6 sore .
Gerobak ini bisa
dibilang unik, sebab konsumen diberi
wewenang untuk memilih kopi menurut selera masing-masing, mulai dari berbagai
merk kopi hitam sampai berbagai merk kopi susu. Tak hanya memiliih , konsumen
juga bisa mengolah racikannya sendiri. Mulai dari merebus air, menakar gula dan
kopi, hingga tersaji segelas kopi dengan rasa yang sesuai dengan keinginannya.
Dan untuk tarif pergelasnya semua dipukulrata, tak perlu merogoh kocek terlalu
dalam, cukup dengan Rp. 2.000.00,- konsumen sudah bisa membawa kembali kopinya
setelah memasukkan mahar ke dalam tempat yang telah disediakan oleh penjual.
Menurut
keterangan dari Bapak Ahmad Fuad, hasil yang terkumpul dalam sehari bisa
melebihi dari angka Rp. 80.000.00,-
Itulah alasan
mengapa gerobak ini diberi nama gerobak kejujuran, karena memang Bapak Ahmad
Fuad ini sudah menaruh kepercayaan pada para mahasiswa yang kebanyakan
berstatus santri. Jadi selain berjualan, Bapak Ahmad Fuad juga sekalian mencoba menguji kejujuran para
mahasiswa IAI Tribakti.
(yhy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar