Selasa, 01 Oktober 2019

GEROBAK KEJUJURAN




KEDIRI – Salah satu aktivitas yang digemari oleh anak muda saat ini adalah aktivitas ngopi. Tak heran lagi, hal ini bisa ditandai dengan menjamurnya warung-warung kopi di sana-sini, apalagi di daerah karesidenan Kediri jumlah warung kopi semakin hari semakin banyak, seakan-akan warung kopi adalah suatu tempat yang wajib untuk dikunjungi.
            Berbicara soal warung kopi, di salah satu sudut kampus IAI Tribakti terdapat tempat dimana para mahasiswa dapat dengan mudah untuk memesan segelas kopi panas yang barangkali dapat digunakan untuk bercengkrama di sela-sela jam kosong,  atau sekedar untuk melepas penat setelah berjam-jam bergulat dengan teori-teori dan tugas-tugas perkuliahan.
Tempat tersebut adalah Gerobak Kejujuran, begitu para mahasiswa menyebutnya. Meski bukan seperti warung-warung  pada umumnya, gerobak kejujuran ini bisa menjadi alternatif lain bagi para mahasiswa yang tak ingin jauh-jauh ke kantin utama, karena memang kantin tersebut terletak di kampus bagian timur, sedangkan bagi para mahasiswa yang kelasnya berada di kampus bagian barat harus berjalan jauh untuk sekadar membeli segelas kopi.
Gerobak Kejujuran ini digagas oleh Bapak Ahmad Fuad sejak satu tahun silam, tepatnya pada tahun 2018. Gerobak ini terletak di bagian barat gerbang IAI Tribakti dan beroprasi  mulai dari jam 6 pagi sampai dengan jam 6 sore .
Gerobak ini bisa dibilang unik,  sebab konsumen diberi wewenang untuk memilih kopi menurut selera masing-masing, mulai dari berbagai merk kopi hitam sampai berbagai merk kopi susu. Tak hanya memiliih , konsumen juga bisa mengolah racikannya sendiri. Mulai dari merebus air, menakar gula dan kopi, hingga tersaji segelas kopi dengan rasa yang sesuai dengan keinginannya. Dan untuk tarif pergelasnya semua dipukulrata, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup dengan Rp. 2.000.00,- konsumen sudah bisa membawa kembali kopinya setelah memasukkan mahar ke dalam tempat yang telah disediakan oleh penjual.
Menurut keterangan dari Bapak Ahmad Fuad, hasil yang terkumpul dalam sehari bisa melebihi dari angka Rp. 80.000.00,-
Itulah alasan mengapa gerobak ini diberi nama gerobak kejujuran, karena memang Bapak Ahmad Fuad ini sudah menaruh kepercayaan pada para mahasiswa yang kebanyakan berstatus santri. Jadi selain berjualan, Bapak Ahmad Fuad juga  sekalian mencoba menguji kejujuran para mahasiswa IAI Tribakti.
(yhy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar